Bingung? Begini Penjelasan Lengkap, Contoh & Cara Membuat Passphrase Coretax yang Tepat (Update 2026)
Cikupa.id - Jika kamu sedang aktivasi akun perpajakan di Coretax DJP dan tiba-tiba diminta mengisi passphrase, pasti langsung bertanya:
“Ini sih apa, ya? Bedanya sama password biasa apa?”
Tenang artikel ini bakal menjelaskan secara ringkas, jelas, dan cocok buat pemula tentang passphrase Coretax: apa itu, kenapa penting, contoh yang aman, hingga langkah membuatnya dengan benar.
Berbeda dari password yang hanya dipakai untuk login, passphrase melindungi sertifikat elektronik kamu. Sertifikat ini yang nantinya akan “menandatangani” secara sah dokumen seperti pelaporan SPT atau permohonan perpajakan lainnya.
Jadi sederhananya:
Password: kunci masuk ke akun Coretax
Passphrase: kunci otorisasi untuk tindakan penting di dalam sistem
✔ Sistem akan memverifikasi bahwa memang kamu yang melakukan tindakan tersebut
✔ Setiap penggunaan passphrase dicatat sebagai catatan audit di dalam Coretax
✔ Ini menjaga integritas dan legalitas dokumen elektronik yang kamu kirimkan melalui platform
Singkatnya, passphrase adalah “tanda tangan digital” kamu di dunia perpajakan elektronik.
✅ Panjang minimal 8 karakter
✅ Ada huruf besar (A–Z)
✅ Ada huruf kecil (a–z)
✅ Ada satu atau lebih angka (0–9)
✅ Ada simbol khusus seperti ! @ # $ %
Syarat ini dibuat agar passphrase lebih aman dan sulit ditebak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
⚠️ Hindari karakter yang tidak umum karena bisa menyebabkan error di sistem.
Ulangi passphrase yang sama di kolom konfirmasi.
Klik “Simpan” dan sistem akan memberi notifikasi berhasil jika sesuai ketentuan.
Setelah itu, passphrase akan dipakai setiap kamu harus “menandatangani” dokumen elektronik di sistem Coretax.
ElemenPeranPassword Digunakan untuk masuk akun Coretax
Passphrase Digunakan untuk otorisasi digital dokumen/aktivitas penting
Fungsi utama Tanda tangan digital yang terlindungi
Syarat aman Kombinasi huruf besar, kecil, angka, simbol
Contoh yang aman CtX@2025_Pjk, S3curity#RI21
Penutup
Passphrase Coretax memang sempat bikin bingung banyak wajib pajak. Padahal, setelah kamu tahu fungsi dan cara membuatnya dengan benar, prosesnya justru membuat sistem perpajakan online kamu jadi lebih aman dan valid secara hukum digital.
Kalau artikel ini membantu kamu, jangan lupa share ke teman atau kolega yang juga sedang aktivasi akun Coretax supaya tidak bingung juga!
Mau dibuatkan contoh passphrase aman versi kamu sendiri? Tinggal bilang, aku bantu bikin ide-idennya
“Ini sih apa, ya? Bedanya sama password biasa apa?”
Tenang artikel ini bakal menjelaskan secara ringkas, jelas, dan cocok buat pemula tentang passphrase Coretax: apa itu, kenapa penting, contoh yang aman, hingga langkah membuatnya dengan benar.
Apa Itu Passphrase Coretax?
Dalam sistem Coretax platform administrasi perpajakan digital Direktorat Jenderal Pajak (DJP) passphrase adalah frasa sandi khusus yang dipakai sebagai tanda tangan digital untuk mengesahkan dokumen dan aktivitas pajak penting.Berbeda dari password yang hanya dipakai untuk login, passphrase melindungi sertifikat elektronik kamu. Sertifikat ini yang nantinya akan “menandatangani” secara sah dokumen seperti pelaporan SPT atau permohonan perpajakan lainnya.
Jadi sederhananya:
Password: kunci masuk ke akun Coretax
Passphrase: kunci otorisasi untuk tindakan penting di dalam sistem
Mengapa Passphrase di Coretax Begitu Penting?
Passphrase bukan sekadar kata sandi biasa ini adalah lapisan keamanan ekstra agar data perpajakan kita tidak mudah disalahgunakan. Ketika kamu membuat atau memakai passphrase:✔ Sistem akan memverifikasi bahwa memang kamu yang melakukan tindakan tersebut
✔ Setiap penggunaan passphrase dicatat sebagai catatan audit di dalam Coretax
✔ Ini menjaga integritas dan legalitas dokumen elektronik yang kamu kirimkan melalui platform
Singkatnya, passphrase adalah “tanda tangan digital” kamu di dunia perpajakan elektronik.
Syarat Minimal Passphrase yang Valid
Kalau kamu diminta membuat passphrase, pastikan memenuhi aturan berikut:✅ Panjang minimal 8 karakter
✅ Ada huruf besar (A–Z)
✅ Ada huruf kecil (a–z)
✅ Ada satu atau lebih angka (0–9)
✅ Ada simbol khusus seperti ! @ # $ %
Syarat ini dibuat agar passphrase lebih aman dan sulit ditebak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
⚠️ Hindari karakter yang tidak umum karena bisa menyebabkan error di sistem.
Contoh Passphrase Coretax yang Aman
Karena passphrase bersifat sangat pribadi, kamu tidak boleh memakai frasa populer atau mudah ditebak. Berikut beberapa contoh yang bisa jadi inspirasi:Contoh frase kuat & aman:
CtX@2025_Pjk
P2jak2025!
S3curity#RI21
Contoh di atas memadukan huruf kapital, huruf kecil, simbol, dan angka sehingga relatif lebih kuat daripada kata sandi biasa.
Tips penting:
Jangan gunakan informasi pribadi seperti tanggal lahir, nomor telepon, atau nama lengkap karena itu sangat mudah ditebak orang lain atau bot.
CtX@2025_Pjk
P2jak2025!
S3curity#RI21
Contoh di atas memadukan huruf kapital, huruf kecil, simbol, dan angka sehingga relatif lebih kuat daripada kata sandi biasa.
Tips penting:
Jangan gunakan informasi pribadi seperti tanggal lahir, nomor telepon, atau nama lengkap karena itu sangat mudah ditebak orang lain atau bot.
Cara Membuat Passphrase di Coretax (Step by Step)
Berikut langkah praktis yang bisa kamu ikuti saat diminta membuat passphrase di dalam Coretax:- Masuk ke Coretax DJP melalui situs resmi dengan NPWP/NIK + password kamu.
- Buka menu “Portal Saya” atau bagian profil keamanan.
- Pilih opsi Permintaan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital.
Ulangi passphrase yang sama di kolom konfirmasi.
Klik “Simpan” dan sistem akan memberi notifikasi berhasil jika sesuai ketentuan.
Setelah itu, passphrase akan dipakai setiap kamu harus “menandatangani” dokumen elektronik di sistem Coretax.
5 Kesalahan Umum yang Sering Membuat Orang Gagal
Berikut hal yang sering bikin wajib pajak gagal membuat atau salah memakai passphrase:- Menyamakan passphrase dengan password login – padahal ini berbeda fungsi.
- Gunakan kombinasi mudah seperti “Password123!” – ini sangat lemah dan mudah ditebak.
- Lupa passphrase karena jarang digunakan – passphrase jarang diminta sehingga sering dilupakan.
- Hanya satu orang yang tahu passphrase – ini bisa jadi masalah saat orang itu tidak berada di tempat.
- Tidak mengikuti aturan karakter minimal sehingga sistem menolak inputnya.
Tips Pintar Agar Tidak Bingung atau Gagal Lagi
- Buat frasa yang mudah kamu ingat, tapi sulit ditebak orang lain — campurkan kata favorit, angka, dan simbol yang berarti buat kamu saja.
- Gunakan manajer kata sandi supaya kamu tidak perlu mengingat semua passphrase dan password sendiri.
- Jangan simpan passphrase di notes smartphone biasa — gunakan aplikasi penyimpanan keamanan untuk menghindari risiko bocor.
ElemenPeranPassword Digunakan untuk masuk akun Coretax
Passphrase Digunakan untuk otorisasi digital dokumen/aktivitas penting
Fungsi utama Tanda tangan digital yang terlindungi
Syarat aman Kombinasi huruf besar, kecil, angka, simbol
Contoh yang aman CtX@2025_Pjk, S3curity#RI21
Penutup
Passphrase Coretax memang sempat bikin bingung banyak wajib pajak. Padahal, setelah kamu tahu fungsi dan cara membuatnya dengan benar, prosesnya justru membuat sistem perpajakan online kamu jadi lebih aman dan valid secara hukum digital.
Kalau artikel ini membantu kamu, jangan lupa share ke teman atau kolega yang juga sedang aktivasi akun Coretax supaya tidak bingung juga!
Mau dibuatkan contoh passphrase aman versi kamu sendiri? Tinggal bilang, aku bantu bikin ide-idennya

Tidak ada komentar untuk "Bingung? Begini Penjelasan Lengkap, Contoh & Cara Membuat Passphrase Coretax yang Tepat (Update 2026)"
Posting Komentar